Suku Bermata Biru di Belantara Hutan Indonesia

Sumber : ceritamisteri2016.blogspot.co.id


“Hay ,sobatsaka “ . ^-^)/
“Kali ini ,saka akan menyampaikan informasi tentang sebuah suku unik yang kabarnya ada dipedalaman hutan Halmahera , Maluku utara” .
“Unik ? , mengapa suku tersebut dikatakan unik?”
Suku Lingon dikatakan unik ,dikarenakan mereka memiliki cirri fisik yang tidak dimiliki oleh suku-suku lain yang ada di Indonesia .
Beberapa sumber menyebutkan suku lingon memiliki ciri fisik ras kaukasoid yaitu bermata biru ,berkulit agak gelap , tinggi , dan berpostur tegap menyerupai orang eropa.
Nah ,sebelum membahas lebih lanjut tentang suku lingon, alangkah lebih baiknya sobat saka sedikit mengetahui tentang Halmahera.
Halmahera (juga Jilolo atau Gilolo) adalah pulau terbesar di Kepulauan Maluku. Pulau ini merupakan bagian dari provinsi Maluku Utara, Indonesia.
Halmahera memiliki luas tanah 17.780 km² (6.865 mil persegi) dan populasi 1995 sekitar 162.728.Pada 1997, sekitar 80% penduduk adalah Muslim, dan sekitar 20% adalah Kristen.
Pulau ini dibagi menjadi 10 kabupaten: Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, danKabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Kepulauan Morotai, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Pulau Talibau .
Menurut kabar yang beredar suku lingon adalah suku yang masih sangat alami dan primitive.
Tidak ada catatan sejarah yang jelas memaparkan asal-usul dari suku ini.

Namun diperkirakan dahulunya mereka dating daridaratan Eropa, dari cerita rakyat yang beredar, bahwa dahulu sekitar 300 tahun yang lalu, sebuah kapal dari daratan Eropa, karam dan tenggelam dekat perairan Halmahera.
Sekelompok penumpang kapal ada yang selamat dan terdampar di pulau ini, para penumpang kapal yang selamat ini tidak bias kembali kenegeri asalnya.

Maka,  akhirnya mereka membangun pemukiman di tengah pedalaman hutan Halmahera Timur, dan jadilah suatu komunitas yang disebut Lingon Tribe atau suku Lingon.
Di  pulau tempat terdamparnya suku Lingon ini, ternyata sudah ada suku-suku lain yang mendiami pulau ini. Maka sempat terjadi konflik dengan suku-suku setempat,
karena dengan persenjataan yang terbatas dan kalah dalam jumlah orang, maka suku Lingon terpaksa masuk kepedalaman untuk menghindar dari gangguan suku setempat.

Setelah menetap di wilayah ini selama ratusan tahun, budaya asli mereka yang berawal dari Eropaini pun mulai pudar dan berubah drastis, beradaptasi dengan budaya setempat yang nyaris primitif.

Oleh karenanya, sepertinya kepercayaan mereka pun akhirnya beralih ke kepercayaan setempat, dengan mengamalkan segala hal animism dan dinamisme.

Nah , Sobat saka berikut adalah fakta-fakta yang bias kita simpulkan dari suku lingon :

1. Ciri fisik seperti orang Eropa

Suku Lingon bukanla hsuku yang berasal dari ras weddoid, melanesia, polinesia, atau pun mongoloid seperti kebanyakan penduduk di Halmahera.Suku ini justru termasuk dalam ras kaukasoid, sehingga tampilan fisik mereka lebih menyerupai orang Eropa .

2. Asal-usul suku Lingon

Kemungkinan suku Lingon berasal dari sisa-sisa bangsa Portugis yang menghindar kedalam hutan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Tapi ada juga versi lain yang mengatakan bahwa suku Lingon berasal dari korban karamnya sebuah kapal.

3.Hidup dengan Budaya Primitif

Setelah ratusan tahun menetap di wilayah pedalaman, kebudayaan mereka yang asalnya dari Eropa ini perlahan tapi pasti memudar dan berubah 180 derajat. Mereka pun terpaksa beradaptasi dengan budaya lokal yang terbilang primitif.

^-^)/ Nah sobat saka ,sekian informasi yang saka bias berikan , berikut sumber artikel yang bias sobat – sobat saka telusuri sebagai tambahan informasi .
Sampai jumpa lagi ya……

Bagaimana Pemerintah Menyikapi Bonus Demografi


Sumber : .yuswohady.com

Apa itu bonus demografi ? bagaimana kebijakan pemerintah dengan pencapaian demografi ? bagaimana jika suatau negara sudah mendapatkan bonus demografi ? apa peran kita  sebagai masyarakat tentang bonus demografi ?. Mungkin banyak di antara kita masih asing  bahkan tidak mengetahui apa itu “Bonus demografi” atau kita tidak mencoba menggunakan bifurkasi atau penalaran kita untuk mengartikan “Bonus demografi”. Akhir-akhir ini pemerintah sedang mengkaji tentang kebijakan dan pemberdayaan “Bonus demografi”. Sebenarnya apa yang di katakan dengan “Bonus Demografi”. Bonus demografi dapat diartikan secara garis besar sebagai pemanfaatan secara maksimal usia produktif dari segala aspek.
            Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur di dalam masyarakat sangat menguntungkan, terutama dalam aspek pembangunan karena  fenomena ini menekankan pada usia produktif  lebih berperan besar dalam tatanan kependudukan. Pada fenomena ini proporsi usia produktif  lebih besar dibandingkan dengan usia non produktif , bonus demografi menjadi suatu hal yang sebenarnya sangat memberikan impact atau dampak yang akan berpengaruh besar terhadap kemajuan dan juga kesejahteraan yang berlandaskan pada esensi yang vital dan berperan besar dalam pembangunan.
            Untuk menghadapi bonus demografi pada tahun 2020 mendatang, pemerintah sebaiknya segera membuat suatu program dan juga kebijakan yang bersifat gradual atau bertahap yang mengandung unsur dimana lebih menekankan pada eridensi atau kenyataan yang tampak didalam tatanan kehidupan masyarakat seperti peningkatan pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan pekerjaan, investasi dan juga hal hal yang dapat berimplikasi terhadap masyarakat itu sendiri. Pemerintah sebaiknya bersifat permisif atau terbuka dalam membuat atau membentuk suatu program dan juga kebijakan.
              Upgrade peningkatan mutu sumber daya manusia saat ini harus di iringi dengan kemajuan program peningkatan pendidikan yang baik,  dengan memulai program pemerintah dari aspek pendidikan maka sumber daya manusia dapat berfikir secara kritis, logis, dan memiliki jiwa yang berintegritas, peluang bonus demografi sangat memiliki keutungan yang sangat besar bagi negara indonesia, karena peluang ini di ibaratkan sebuah keutungan emas yang dapat merubah tatanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
            Oleh karena itu pemerintah harus mengeluarkan kebijakan untuk mempersiapkan bagaimana cara menghadapi peluang bonus demografi ini secara maksimal. Jika bonus demografi ini tidak di iringi dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat gradual atau secara bertahap maka bonus demografi akan sia-sia. Bonus demografi sangat berperan penting dalam pembangunan negara yang sedang berkembang seperti indonesia, ditambah lagi letak negara kita yang sangat strategis yaitu terletak di antara dua samudara,dua benua, beriklim tropis dan terletak di antara garis katulistiwa, hal ini sangat menguntungkan. Oleh karena itu kita harus dapat memanfaatkan bonus demografi dengan visi yang startegik dan berorientasi pada good governance atau sistem pemerintahan yang baik. Jika kita dapat memaksimalkan segala aspek  peluang bonus demografi, maka kita tunggu saja bagaimana macan asia akan bangkit dan sang garuda akan terbang membawa kejayaan sang saka merah putih mengelilingi dunia.  

Kebersihan Lingkungan, Tanggung Jawab Siapa ?




            Saat ini masyarakat modern cenderung mengabaikan apa itu arti kebersihan lingkungan karena mereka cenderung memiliki pola fikir individual. Seperti yang tergambar jelas pada masyarakat kota khususnya wilayah kota Pontianak, mereka cendrung acuh tak acuh terhadap lingkungan. Banyak kita jumpai masyarakat metropolitan,mereka tidak saling mengenal satu sama lain padahal itu adalah tetangga dekat mereka. Hal kecil semacam ini akan berdampak pada pola fikir dan karakter mereka terhadap lingkungan sekitar jika mereka sudah tidak peduli dengan lingkungan, apa jadinya terhadap kebersihan sekitar mereka ?  hal yang seperti ini tentu menjadi masalah sosial tersendiri. Banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat mengabaikankan tentang kebersihan lingkungan secara garis besar dapat kita kelompokan menjadi dua faktor yaitu faktor eksternal/faktor dari luar dan faktor internal/faktor dari dalam diri mereka pribadi.


                Faktor ekseternal terdiri dari, ekologi, ekonomi, sosial budaya, pendidikan serta faktor faktor yang berkaitan dengan hal yang mempengaruhi individu dalam mengaplikasikan segala hal yang berasal dari luar. Selain faktor eksternal yang mempengaruhi indvidu dalam bertingkah laku faktor yang paling vital dan faktor yang sangat mempengaruhi baik itu tingkah laku, kesadaran maupun hal yang berkaitan dengan pola fikir individu itu sendri yakni faktor internal, faktor internal berasal dari dalam diri individu itu sendiri, terdiri dari kesadaran, pola fikir dan juga tindakan yang berasal dari dalam diri. Faktor internal lebih menekankan pada  karakter dan mental yang menjadi landasan dalam melakukan segala hal yang berkaitan dengan tindakan langsung maupun tidak langsung.
                Faktor ekologi cenderung kepada lingkungan tempat tinggal masyarakat, dimana masyrakat desa lebih peduli terhadap lingkungan dibanding masyrakat kota, buktinyata masih banyak kita jumpai di desa-desa tentang kerja bakti membersihkan lingkungan  setiap minggu atau yang mereka sebut bersih desa. Masyarakat yang tinggal di daerah kumuh atau di daerah pesisir sungai mereka akrab dengan limbah dan sampah, dari hasil observasi yang telah kami lakukan di derah pesisir sungai mereka juga mengeluhkan seperti lingkungan yang bau, banyak nyamuk serta jika air sungai pasang maka rumah mereka akan terendam. Pendapat ini dikemukakan oleh seorang siswi SMA yang kami jumpai di daerah tersebut, jka kita mencari siapa yang salah kita tidak akan bisa menyimpulkan karena masyarakat menganggap sudah lama tinggal di daerah tersebut dan pemerintah tidak bisa mengambil tindakan karena itu sama halnya merampas kehidupan sosial mereka. 
                Bila dilihat dari sudut pandang faktor ekonomi, masalah sampah memiliki deliberasi atau pertimbangan yang menjurus kepada dampak dan juga keuntungan dari pembuangan dan pemanfaatan sampah dilingkungan sekitar, hal ini berkorelasi atau memiiki hubungan yang erat dengan apa yang dilakukan atau lebih kepada penanggulangan dan juga pemanfaatan limbah sampah dilingkungan sekitar. Pertimbngan dan hubungan ini seharusnya menjadi landasan masyarakat dan juga pemerintah khususnya lebih bisa memanfaatkan momentum dimana momentum ini dapat berimplikasi dengan baik terhadap kehidupan ekonomi dan juga pendapatan dari masyarakat.
Salah satu contoh nya adalah pembedaaan atau penggolangan antara sampah organik dan non organik, dalam pemanfaatannya sampah organik dan non organik memiliki kegunaan dan keuntungan yang berbeda. Sampah organik dapat dimnfaatkan untuk membuat pupuk kompos dan juga hal hal yang berguna, keuntungan dari sampah organik ini dari segi ekonomi dapat menambah penghasilan masyarakat, sedangkan sampah non organik dapat dimanfaatkan dan didaur ulang jika pemerintah dapat mengelola dengan baik.
Kemudian dilihat dari faktor sosial budaya, masyarakat cenderung mengadopsi dan meniru kebiasaan masyrakat sekitar atau orang yang berpengaruh dalam lingkungan mereka. Jika semisal bapak kepala desa  mengabaikan kebersihan lingkungan maka seluruh masyarakat yang dia pimpin akan mengikutinya. Serta jika dalam keluarga tidak diajarkan tentang peduli kebersihan maka akan berdampak kepada prilaku individu yang acuh terhadap kebersihan lingkungan. Masyrakat juga cenderung memiliki asumsi bahwa “untuk apa peduli terhadap lingkungan toh pemerintah juga memiliki dana untuk membayar tim kebersihan” salah satu pendapat yang dikemukakan oleh seseorang yang kami jumpai di sekitar jalan protokol kota.


Jika kita lihat dari faktor internal, kurang sadarnya masyarakat terhadap lingkungan menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan tercemarnya lingkungan sekitar. Kesadaran masyarakat menjadi hal penting dalam segala aspek jika masyarakat sadar akan kebersihan maka akan timbul kepedulian dan jika sudah peduli tidak perlu ada dorongan dari pihak lain. Masyrakat tidak peduli dengan kehidupan individu masing-masing menjadi maslah interen kedua, disini lebih melihat dari kehidupan dan pola fikir setiap individu. Kami menemukan individu atau kelompok yang mengabaikan kebersihan diri mereka pada kelompok orang yang hidup dijalanan. Mereka berasumsi “kami bahagia hidup seperti ini tidak ada yang mengikat dan terbiasa hidup bebas tanpa ada tuntutan dari dalam diri kami”.

Dari penjelasan diatas dapat kita kelompokan faktor-faktor pendorong  “kurang sadarnya masyarakat terhadap lingkungan”. Ada faktor eksternal/faktor dari luar dan faktor internal /faktor dari dalam diri individu masyarakat. Disini kita hanya dapat memaparkan gejalaa sosial dan patologi sosial yang mempengaruhi pola fikir masyarakat untuk menyikapai prihal kepedulian lingkungan. 

5 Teori mengenai bumi

                Hay sobat Saka, kali ini Saka ingin membagi sedikit informasi mengenai 5 teori bumi. 
   Seperti yang sobat saka ketahui banyak sekali teori-teori yang dikembangkan oleh para ahli untuk membahas seperti apasih bentuk planet kita ini. 

   Nah, sobat saka pasti penasarankan ? berikut ini Saka telah merangkum 5 teori paling menarik versi Saka. 

1.       Geoterrapinism theory


Teori ini mengatakan bahwa sebenarnya kita ini sedang hidup diatas punggung kura-kura raksasa. Teori ini muncul di abad 17 dari seorang pria bernama Jasper Danckaerts yang ia dapatkan dari suku pribumi asli Amerika.



Uniknya, teori ini juga tidak hanya berasal dan dipercaya oleh suku pribumi asli Amerika, ada mitos serupa di kebudayaan Cina dan India. Mungkin gempa yang kita rasakan karena mood si kura-kura sedang tidak baik.

Sumber : rudalrm.blogspot.co.id

2.      Time parallel theory



Teori ini mengatakan ada bumi lain di angkasa sana, dan  teori ini mengatakan jika kita diminta memilih antara jawaban iya atau tidak maka di bumi yang satu jawaban kita Iya sedangkan di bumi kedua jawaban kita Tidak

3.    Time cube theory



Gene Ray adalah orang yang sangat unik, demi membuktikan teorinya, ia pergi ke MIT dan menantang professor-professor di sana dengan $10.000 bahwa mereka tidak dapat membuktikan bahwa teorinya salah. Tidak ada satupun professor yang menerima tantangan tersebut, banyak orang menganggap para professor tersebut menganggap Gene Ray tidak sepadan dengan waktu yang mereka habiskan, atau jangan-jangan para professor tidak ingin kita mengetahui kenyataan mengerikan ini. Teori yang dicetuskan oleh Gene Ray mengatakan bahwa Bumi ini terdiri dari 4 "titik waktu", berdasarkan sore hari, malam hari, pagi hari dan siang hari. Ia mengatakan penjelasan paling logis adalah bahwa 4 hari sebenarnya terjadi dalam waktu bersamaan, dan tidak ada hubungannya dengan rotasi bumi. Intinya yang dikatakan Gene Ray adalah apa yang kita bilang 1 hari adalah sebenarnya 4 hari.

Sumber : tahupedia.com

4.      Flat earth theory




Flat Earth atau teori Bumi Datar adalah teori tentang bentuk bumi yang paling banyak orang yang percaya dibandingkan dengan teori bumi lainnya selain teori Bumi Bulat.



Teori ini dipercaya oleh banyak orang hingga pada abad ke-17, bahkan Christopher Columbus sendiri sempat mempercayai teori ini sebelum pelayarannya sendiri yang mematahkan kepercayaan yang selama ini dianutnya itu.

Penganut teori Bumi Datar biasanya menganggap bumi itu berbentuk datar seperti piring berbentuk lingkaran. Pusat bumi ini adalah kutub utara dan ujungnya berada di daerah yang kita anggap sebagai kutub selatan. Mereka menganggap bahwa kutub selatan adalah sebuah dinding es yang sangat tebal dan tidak akan bisa ditembus oleh manusia.



Dan mereka percaya bahwa dibalik dinding es tersebut bisa jadi terdapat dunia lain. Pada tahun 1956 para pendukung teori ini membentuk perkumpulan bernama Flat Earth Society. Dan hingga sekarang, masih banyak yang percaya tentang teori bumi datar ini, mereka yakin bahwa bumi adalah pusat alam semesta, matahari dan bulan mengelilingi bumi, satelit dan misi luar angkasa hanyalah sebuah hoax, serta menyebut bahwa foto bumi bola hanyalah sebuah rancangan CGI.

Sumber : makintau.com

5.      Round earth theory



Teori yang paling dikenal banyak orang adalah teori mengenai bumi itu bulat yang juga dipercaya oleh kebanyakan orang hingga sekarang ini. Pada awalnya, sebelum kemunculan teori ini, teori yang paling banyak dipercaya adalah Flat Earth Theory. Seperti yang kita ketahui mengenai teori ini, teori ini mengatakan bahwa bumi itu bentuknya bulat menyerupai bola (walaupun tidak benar-benar bulat). Salah satu Fakta yang memberatkan teori ini adalah perbedaan zona waktu, Matahari bergerak dari satu ujung bumi barat, lalu muncul di ujung yang lain. Jika bentuknya datar, pasti tidak ada perbedaan zona waktu.

Pelanggaran Lalu Lintas! Salah Siapa?


Saat ini adalah Era Globalisasi, era dimana semakin canggihnya kemajuan teknologi dan transportasi, mempermudah masyarakat dalam beraktifitas cepat dengan berbagai kemudahan. Akan tetapi hanya segelintir masyarakat yang dapat memanfaatkan sarana transportasi tersebut dengan bijak. Mengapa demikian ? kita bisa melihat di berbagai kawasan daerah maupun perkotaan masih banyak terjadi pelangaran lalu lintas yang seolah hanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh dan tidak terlalu berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, hal ini bisa secara langsung dikaitkan dengan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesalamatan diri dan orang lain.
Berbagai macam pelangaran yang di lakukan masyarakat dalam berkendara, baik itu kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat sebenarnya sudah menjadi pemandangan umum bagi masyarakat. Bahkan beberapa pelanggaran seperti, tidak menggunakan helm, melewati zebra cross, berkendara tidak sesuai pada jalurnya, tidak menghidupkan lampu sein saat hendak berbelok, menerobos lampu merah sebelum lampu hijau, tidak menggunakan sabuk pengaman (pengendara mobil), tidak memiliki sim, tidak memasang plat pada kendaraan, tidak memiliki STNK, tidak menggunakan kaca spion dan masih banyak kita temui anak-anak dibawah umur mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan, seolah sudah menjadi hal yang akrab dan seringkali tidak mendapat perhatian secara khusus dari masyarakat .
Padahal ini sebenarnya adalah hal-hal kecil yang sangat berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain.
Pemerintah telah melakukan usaha bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk menertibkan lalu lintas dengan tujuan  untuk menjaga  keselamatan para pengedara baik itu pengendara roda dua atau roda  empat, akan tetapi hal ini kembali kepada diri masyarakat itu sendiri.
Bagaimana masyarakat mampu mengerti dan menghargai usaha dari pihak kepolisian yang telah bekerja dengan baik dalam menertipkan lalu lintas demi keselamatan masyarakat dan terutama para pengguna jalan.

Minggu, 13 November 2016 , kami telah mengadakan survey tentang berbagai pelanggaran yang terjadi di jalur lalu lintas khususnya di kawasan Pontianak, Kalimantan Barat.
Lokasi yang kami ambil sebagai wilayah survey adalah disekitar persimpangan tanjung raya dua dan kawasan bundaran pusat kota dengan monumen bambu runcing emas yang menjadi ciri khas nya .
Berdasarkan hasil survey, kawasan persimpangan tanjung raya dua memiliki tingkat pelanggaran yang cukup tinggi. Diantaranya masih banyak masyarakat yang mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan, menerobos lampu merah, tidak memakai helm, berkendara tidak pada jalurnya, dan itu dilakukan oleh pengendara roda dua maupun roda empat. Hal ini tentu sangat membahayakan dan meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hasil survey kedua di tepatnya di lokasi bundaran pusat kota, terlihat lebih rapi dan tertib dibandingkan dengan lokasi survey kami yang pertama.
Menurut pengamat sosial bapak Drs. H. Wan Manshor Andi Mulia, MTP seorang dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura, Pontianak , “Banyak faktor yang mempengaruhi para pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas, yaitu faktor ekologi atau lingkungan, faktor kesadaran dari individu itu sendiri dan juga mental dari setiap pengendara”. Beliau juga menambahkan “bawasannya masyarakat harus lebih paham akan peraturan dalam berkendara harus memiliki sifat yang sabar, lebih menghargai keselamatan diri dan orang lain”. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan akses jalan yang telah disediakan pemerintah bukan hanya untuk milik pribadi melainkan milik kepentingan umum/bersama. Beberapa pasal menjelaskan tentang pelanggaran berlalu-lintas beserta sanksi bagi para pelanggarnya.
 Berikut adalah UU NO 22 tahun 2009 yang khusus menjelaskan tentang pelanggaran berlalu-lintas:
1.      Pasal 280 (tidak memasang plat pada kendaraan) akan mendapat hukuman maksimal 2 bulan penjara dan membayar denda sebesar RP.500.000 ribu rupiah.
2.      Pasal 281 (tidak memiliki surat ijin mengemudi) akan mendapat hukuman maksimal
4 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp. 1.000.000 juta rupiah
3.      Pasal 282 (tidak mematuhi perintah petugas) akan mendapat hukuman maksimal
1 tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp.250.000 ribu rupiah.
4.      Pasal 285 (tidak memenuhi persyaratan berkendaraan) akan mendapat hukuman maksimal 1 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp.250.000 ribu rupiah
5.      Pasal 287 (melanggar rambu lalu lintas) akan mendapat hukuman maksimal 1 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp.250.000 ribu rupiah
6.      Pasal 288 (tidak memiliki STNK) akan mendapat hukuman 2 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp. 500.000 ribu rupiah
7.      Pasal 291 (tidak menggunakan helm) akan mendapat hukuman maksimal 1 bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp. 250.000 rupiah + penumpang.
Sudah dengan jelas tertera dalam UU no 22 tahun 2009, bagi pengendara yang melakukan pelanggaran akan menerima sanksi tegas tanpa ada sistem tebang pilih.
Saran Kami Bagi Pembaca :
Jalan raya adalah fasilitas milik bersama. Selain menjaga fasilitas, sudah sepantasnya bagi kita para pengguna juga aktif menjaga keselamatan diri sendiri maupun sesama. Jangan anggap remeh hal kecil, karena terkadang berawal dengan memulai hal kecil kita bisa mendapat manfaat yang besar. Sayangi diri anda, jangan anggap pelanggaran sebagai kebiasaan tapi cobalah biasakan hidup dalam ketertiban.

“Jangan ragu memulai, jadilah pelopor keselamatan berlalu-lintas”